SUARA CIREBON – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon berkomitmen pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP negeri tahun ajaran 2026/2027 berjalan lancar. Salah satu upaya yang dilakukan Disdik dengan membuka layanan pendampingan bagi orang tua dan peserta didik selama pelaksanaan SPMB.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Disdik Kota Cirebon, Ade Cahyaningsih mengatakan, selain agar seluruh orang tua murid calon peserta didik dapat terlayani dengan baik dalam hal perolehan informasi maupun proses pendaftaran, layanan pendampingan juga dimaksudkan untuk meminimalisasi kesalahan saat proses pendaftaran daring.
Pihaknya bahkan menerapkan fleksibilitas pelayanan pada pelaksanaan SPMB jenjang SMP negeri tersebut.
“Sebagai bentuk fleksibilitas pelayanan, SPMB dapat diakses secara daring (online) maupun luring (offline), baik di sekolah asal, sekolah yang dituju, hingga di kantor Dinas Pendidikan. Karena kami ingin memberikan pelayanan optimal dan maksimal, supaya semua orang tua bisa terlayani dengan baik dan bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan,” kata Ade, usai monitoring pelaksanaan SPMB di SMPN 4 Kota Cirebon, Kamis, 18 Juni 2026.
“Kalau ada orang tua yang ketakutan takut salah, boleh dibantu oleh sekolah asal atau sekolah yang dituju, tetapi pendaftarannya tetap secara online dan verifikasi sesuai SOP,” tambah Ade.
Terkait kendala yang sering ditemui seperti salah input data atau penentuan titik koordinat, Ade menegaskan, Disdik Kota Cirebon telah menyiapkan jalur komunikasi yang transparan dan objektif untuk membantu orang tua murid.
“Untuk kuota SPMB tingkat SMP tahun ini, aturan yang diterapkan adalah, jalur prestasi 30 persen, jalur afirmasi 20 persen, dan jalur mutasi 5 persen. Sisa kuota sebesar 45 persen dialokasikan untuk tahap dua untuk jalur domisili,” ujarnya.
Ade memastikan, dalam kuota yang ditetapkan tersebut sudah mengakomodasi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) serta anak guru.
Ade mengimbau orang tua agar cermat memilih jalur pendaftaran, sebab sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) saat ini sudah dikunci oleh kementerian berdasarkan evaluasi kepadatan penduduk, sehingga tidak ada ruang untuk siswa di luar kuota Dapodik.
Berdasarkan data, secara akumulasi terdapat sekitar 5.000-an lulusan SD di Kota Cirebon. Jumlah tersebut dipastikan dapat tertampung seluruhnya di SMP negeri maupun swasta yang ada di Kota Cirebon.
Sementara itu, Kepala SMPN 4 Kota Cirebon, Ikin Sahrikin, menyatakan kesiapan dalam menyukseskan SPMB. Ikin menyebut, tahapan sosialisasi dan pelatihan operator telah dilakukan secara berjenjang.
Untuk SMPN 4 Kota Cirebon, lanjut Ikin, total kuota yang tersedia adalah 418 siswa (hasil dari 38 siswa dikali 11 rombongan belajar). Dari jumlah tersebut, kuota untuk jalur prestasi rapor disiapkan sebesar 10 persen atau sekitar 41 orang.
“Insyaallah semua sarana sudah siap, seperti laptop dan komputer. Kami sementara sudah menyiapkan 5 orang operator, dan jika kurang sudah ada cadangan yang siap disimulasikan. Papan informasi baik daring maupun luring juga sudah siap untuk melayani orang tua dan siswa,” kata Ikin.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















