SUARA CIREBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon terus berupaya menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang saat ini masih berada di angka 6,42 persen. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengadakan pelatihan vokasi yakni memberikan pembekalan keterampilan teknis (hard skills) spesifik agar siap kerja atau berwirausaha.
Hal itu dikemukakan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Iing Daiman, saat membuka Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 serta Pemberian Soft Skill bagi Peserta Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2, yang digelar di Mall UKM Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP), Rabu, 22 Juli 2026.
Pelatihan vokasi tersebut, merupakan kolaborasi antara Pemkot Cirebon, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), serta para pemangku kepentingan terkait lainnya.
“Program kerja sama antara Pemkota Cirebon dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja, dan stakeholder ini merupakan upaya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mengurangi angka pengangguran di Kota Cirebon,” ujar Iing Daiman.
Menurut Iing, isu ketenagakerjaan menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkot Cirebon. Oleh karena itu, program pelatihan ini menjadi ikhtiar nyata pemerintah untuk memfasilitasi para pencari kerja agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja maupun dunia usaha.
“Terkait dengan ketenagakerjaan, ini menjadi tantangan tersendiri. Pemerintah Kota Cirebon sangat concern untuk memfasilitasi, mengurangi, atau menurunkan tingkat pengangguran terbuka yang sampai saat ini masih di posisi 6,42 persen,” tambahnya.
Iing menyebut, para peserta pelatihan ini merupakan warga Kota Cirebon dan telah melewati proses seleksi ketat.
Menurutnya, pelatihan tidak hanya bertujuan untuk mengarahkan peserta menjadi pekerja di perusahaan, melainkan juga membekali mereka agar mampu mandiri dan menciptakan lapangan kerja baru.
“Konsepnya tidak hanya mencari peluang kerja, tapi juga bagaimana menciptakan peluang kerja, seperti menjadi tenaga kerja mandiri, misalkan wirausaha dan lain sebagainya,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, menyampaikan, Pemkot terus berupaya memperluas kesempatan kerja dan menekan angka pengangguran melalui serangkaian program pelatihan keterampilan.
Disnaker, lanjut Ma’ruf, menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak agar semakin banyak warga Kota Cirebon yang siap bekerja maupun wirausaha.
“Bagaimana caranya supaya lebih banyak lagi orang di Kota Cirebon untuk bisa bekerja atau berusaha,” ujar Ma’ruf Nuryasa.
Ma’ruf menjelaskan, pada pelatihan batch sebelumnya (batch 2), Disnaker telah membuka dua kelas keahlian, yakni digital marketing dan teknisi handphone. Sedangkan untuk batch 3 yang saat ini dibuka, terdapat penambahan hingga lima jurusan pelatihan.
“(Pelatihan, red) yang sekarang itu ada lima, selain digital marketing dan teknisi handphone, ada operator sewing (menjahit), barista (peramu kopi), dan satu lagi roti dan kue,” terangnya.
Program pelatihan ini tidak sekadar memberikan keterampilan soft skill maupun hard skill, melainkan dirancang agar selaras (link and match) dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Disnaker berharap para alumni pelatihan dapat langsung terserap di pasar kerja atau membuka lapangan usaha sendiri.
“Goals-nya pelatihan adalah bagaimana kita bisa link and match dengan kebutuhan dunia kerja. Jadi kami berharap tidak berhenti hanya di pelatihan, bagaimana caranya peserta ini nanti juga bisa memenuhi kebutuhan pasar kerja,” kata Ma’ruf.
Untuk memperbesar peluang penyerapan tenaga kerja, Disnaker Kota Cirebon juga melibatkan calon pemberi kerja secara langsung selama proses pelatihan. Langkah ini dilakukan melalui kunjungan industri hingga pengajaran materi oleh pihak perusahaan.
“Makanya mulai sekarang kami mencoba di setiap program pelatihan itu ada kunjungan industri dan juga ada pemberian materi dari perusahaan (calon pemberi kerja), supaya nanti bisa tahu dan lebih ada link and match antara pencari kerja dengan pemberi kerja,” tambahnya.
Terkait proses pendaftaran dan seleksi, Ma’ruf menjelaskan bahwa seluruh informasi dibuka secara transparan kepada masyarakat melalui berbagai media resmi. Pencari kerja yang berminat dapat mendaftarkan diri secara daring melalui akun Siap Kerja. Setelah itu, para pendaftar akan melewati beberapa tahapan seleksi.
“Teman-teman peserta itu nanti bisa daftar melalui akun Siap Kerja. Nanti ada tahapan asesmen dan wawancara dengan tim kami dari Disnaker,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.


















