SUARA CIREBON – Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Gunung Santri, Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, terbakar sejak Senin, 5 Oktober 2026 malam. Hingga Selasa (6/10) pagi, petugas pemadam kebakaran masih melakukan pemadaman dan pendinginan.
Kebakaran terjadi di bagian tengah kawasan TPAS. Tiupan angin kencang membuat api dengan cepat merambat ke tumpukan sampah di sekitarnya.
Warga Blok Mirok, Popo, mengatakan titik api pertama kali terlihat sekitar pukul 21.45 WIB.
“Sekitar pukul 22.00 kurang, api tiba-tiba muncul dari bagian tengah TPAS. Karena anginnya kencang, api cepat merambat dan membakar tumpukan sampah lainnya,” ujarnya, Selasa, 6 Oktober 2026.
Kebakaran di TPAS Gunung Santri terjadi bersamaan dengan kebakaran lahan di kawasan Gunung Leneng, Desa Kedondong. Hingga Selasa pagi, asap dari kedua lokasi masih terlihat.
“Semalam berbarengan dengan terbakarnya lahan yang ada di Gunung Leneng, Desa Kedondong. Sampai sekarang titik kobaran api dan kepulan asap masih terlihat,” katanya.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Cirebon mengerahkan seluruh armada yang tersedia untuk menangani kebakaran di TPAS Gunung Santri.
Upaya pemadaman juga mendapat dukungan armada pemadam kebakaran milik PT Indocement serta armada suplai air dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon.
Petugas menyisir sejumlah titik api yang berada di antara tumpukan sampah. Selain pemadaman, petugas melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api dan merambat ke area lain.
Kawasan TPAS Gunung Santri memiliki luas sekitar 4,7 hektare. Namun, hingga Selasa pagi, luas area yang terbakar belum dapat dipastikan.
Proses pemadaman dan pendinginan masih berlangsung. Petugas juga melakukan sejumlah metode penanganan, termasuk pembuatan sekat bakar untuk membatasi perambatan api.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















