by

Wawan Arwani dan Aziz Hakim Kembali Pimpin PCNU Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON, SC- KH Wawan Arwani dan KH Aziz Hakim Syaerozie didaulat untuk kembali menakhodai Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon periode masa khidmat 2022-2027. Keputusan tersebut, dikeluarkan dalam Sidang Pleno IV Konferensi Cabang ke- XVI PCNU Kabupaten Cirebon yang digelar di Pondok Pesantren Nihayatul Amal, Waled Cirebon, Rabu (30/03/2022).

Terpilihanya KH. Wawan Arwani sebagai rais syuriah PCNU Kabupaten Cirebon, ditetapkan oleh Ahlul Ahli Wal Aqdi (AHWA). Dimana, ada lima kiai yang terpilih menjadi AHWA berdasarkan usulan dari pengurus MWC NU se-Kabupaten Cirebon, yaitu KH. Wawan Arwani, KH. Mustofa Aqil, KH. Niamillah Aqil, KH. Mahfudz dan KH. Taufiqurrohman Yasin.

Setelah melakukan musyawarah, AHWA yang dipimpin KH. Mustofa Aqil itu memutuskan memilih KH. Wawan Arwani melanjutkan jabatannya sebagai Rais Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon.

BACA JUGA: Bupati Ajak PCNU Bangun Kabupaten Cirebon

“Lima tahun kemarin kurangnya apa sih? Jadi, tidak usah cari yang lain. Kami tetapkan KH. Wawan Arwani Amin, sebagai Rais Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon,” ujar KH. Mustofa Aqil.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, juga kembali dijabat KH Aziz Hakim Syaerozi. Pengasuh Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin itu terpilih setelah 40 MWC NU di Kabupaten Cirebon hanya merekomendasikan satu nama, yaitu KH Aziz Hakim Syaerozie untuk menjadi ketua tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon.

Pimpinan sidang, KH Lukman Hakim, akhirnya memutuskan pemilihan Ketua PCNU Kabupaten Cirebon, dilakukan secara musyawarah mufakat dengan aklamasi. Karena, menurut Lukman, sesuai dengan pasal 26 ayat 2, apabila mendapatkan dukungan lebih dari 50 persen suara MWC, maka langsung bisa ditetapkan sebagai ketua terpilih.

BACA JUGA: Elite PKB Kabupaten Cirebon Saling Bantah, Dewan Syuro Sebut Gaya Komunikasi Hasan Basori Blunder

“Kita sepakati, ketua tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon periode 2022-2027 adalah KH. Aziz Hakim Syaerozi,” ujarnya. (Baim/Islah)

Comment