by

Elite PKB Kabupaten Cirebon Saling Bantah, Dewan Syuro Sebut Gaya Komunikasi Hasan Basori Blunder

KABUPATEN CIREBON, SC- Kondisi internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Cirebon tengah memanas. Isu ketidakharmonisan antara pengurus DPC PKB Kabupaten Cirebon dengan para senior partai, hingga gaya kepemimpinan ketua DPC saat ini, terus mengemuka.

Kondisi tersebut, membuat anggota Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Cirebon, Luthfi Andalusi angkat bicara. Luthfi Andalusi membantah pernyataan Wakil Ketua DPC PKB Kabupaten Cirebon, Abdul Muiz Syaerozie yang mengklaim gaya kepemimpinan Ketua DPC PKB saat ini, R Hasan Basori sudah on the track atau di jalur yang benar.

Menurut Luthfi, gaya komunikasi Hasan Basori dinilai masih kurang cantik. Pasalnya, yang bersangkutan hanya membaca situasi tapi tidak menjawab atas dinamika yang terjadi di tubuh PKB, baik antarpengurus maupun pendukung PKB secara umum. Kondisi tersebut, akhirnya memunculkan kritik dari kader-kader senior PKB.

BACA JUGA: Ketua PKB Kabupaten Cirebon, Raden Hasan Basori Buka Posko Banjir Waled

Padahal, kata dia, jika Ketua DPC PKB itu mau menjawabnya, maka setidaknya akan bisa meredakan ketegangan di tubuh partai tersebut.

“Kurangnya komunikasi politik ketua DPC ini akhirnya berefek pada terpublikasikannya situasi yang seharusnya hanya menjadi konsumsi internal,” ujar Luthfi, Selasa (29/3/2022).

Mantan Sekretaris DPC PKB Kabupaten Cirebon periode sebelumnya itu mengatakan, komunikasi publik yang dilakukan Hasan Basori tidak dilakukan sendiri, melainkan diserahkan kepada wakil ketua yakni Abdul Muiz Syaerozie yang nota bene “orang baru” di PKB.

BACA JUGA: Dukung Cak Imin Maju Pilpres 2024, DPC PKB Kabupaten Cirebon “Panaskan” Mesin Partai

Ia pun mengaku prihatin dengan kondisi yang terjadi saat ini.

“Saya pikir alangkah eloknya apabila Hasan memahami situasi yang output-nya terkonsolidasinya barisan PKB,” tegasnya.

Bahkan, selaku Dewan Syuro, dirinya juga membaca hubungan antara ketua dan sekretaris PKB ibarat minyak dan air. Keduanya tampak tidak pernah sinkron dan tidak pernah bisa bersatu. Ketidaksinkronan antara ketua dan sekretaris DPC tersebut, lanjut Luthfi, sudah diketahui oleh semua pengurus PKB di semua level.

BACA JUGA: Luthfi Enggan Komentari Kritik Senior Soal DPC PKB Kabupaten Cirebon

“Banyak kebijakan dan kegiatan DPC acap kali blunder karena ketua dan sekretaris DPC berbeda paham, macet dalam komunikasi dan koordinasi,” jelas Luthfi.

Begitupun terkait instruksi DPP PKB soal kelengkapan struktur DPAC, ditafsirkan secara mentah oleh ketua DPC dengan mengganti ketua-ketua DPAC yang posisinya sedang menjalankan tugas memperkuat elektoral PKB dan canvasing Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar di akar rumput.

Harusnya, sambung dia, kalaupun ada pergantian ketua DPAC, maka mekanisme organisasi wajib dilakukan oleh ketua DPC dengan cara membangun komunikasi kepada DPW. Karena SK DPAC itu bukan dikeluarkan oleh DPC tetapi DPW.

BACA JUGA: Senior Sesalkan Kepengurusan DPC PKB Pasif

“Sistem dan mekanisme yang ada harus kita patuhi. Tidak bisa semaunya sendiri karena akan berakibat kepada dualisme kepemimpinan di akar rumput. Ini sangat berbahaya bagi partai karena mesin politik akan berantakan dan ujung-ujungnya merusak elektoral PKB,” terangnya.

Sementara, terkait pernyataan wakil ketua DPC PKB yang menyatakan tidak ada informasi kader PKB yang hengkang ke partai lain, ditegaskan Luthfi, jika statemen tersebut tidak sesuai fakta di lapangan. Karena faktanya, kader dan simpatisan bahkan pemilih PKB memang hengkang ke partai lain.

“Statemen Wakil Ketua Muiz Syaerozi yang menyatakan bahwa tidak ada informasi kader PKB hengkang, itu wajar saja karena Kang Muiz itu kan pemain meja bukan pemain lapangan,” tegas Luthfi.

BACA JUGA: PKB Kabupaten Cirebon Target 14 Kursi

Pernyataan wakil ketua DPC PKB tersebut juga telah membuat geram kader senior PKB, Nurjaya. Menurut Nurjaya, apa yang disampaikan Muiz adalah bukti pengurus DPC PKB Kabupaten Cirebon tidak melakukan konsolidasi ke bawah, sehingga kader PKB yang pindah partai tidak diketahui.

“Perihal instruksi DPW tentang restrukturisasi DPAC, hanya sebatas itu dan itu pun harus dilakukan sidang pleno di tataran DPC. Seperti DPC yang lain, contohnya Indramayu yang melakukan sidang pleno dulu baru melakukan restrukturisasi ke bawah. Dan itu tidak dilakukan oleh DPC PKB Kabupaten Cirebon,” ujar Nurjaya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPC PKB Kabupaten Cirebon, Abdul Muiz Syaerozie menyebutkan, gaya kepemimpinan Hasan Basori di DPC PKB Kabupaten Cirebon diklaim sudah on the track. Dengan kata lain, yang bersangkutan sudah mengikuti aturan yang telah diinstruksikan oleh DPP maupun DPW PKB, tidak seperti yang dituduhkan beberapa senior PKB dalam statement di media sebelumnya.

BACA JUGA: PKB Kabupaten Cirebon Tasyakuran Perpres Dana Abadi Pesantren

Menurutnya, dalam kepemimpinan Hasan Basori, DPC PKB sudah fokus menjalankan instruksi dari DPP dan DPW untuk restrukturisasi DPAC. (Islah)

Comment