SUARA CIREBON – Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon menyiapkan kajian teknis untuk mengatasi banjir yang berulang di Perumahan Trusmiland, Klayan, Kecamatan Gunung Jati. Kajian tersebut akan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon guna mengidentifikasi penyebab banjir dan menentukan langkah penanganan yang tepat.
Langkah itu dilakukan setelah Komisi III meninjau langsung lokasi perumahan pada Senin, 26 Oktober 2026 sore, menyusul laporan warga yang mengeluhkan banjir saat musim hujan.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Anton Maulana, mengatakan penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan peninggian rumah maupun jalan. Menurutnya, sistem drainase dan saluran pembuangan air di kawasan perumahan perlu diperiksa untuk memastikan aliran air dapat keluar dengan baik.
“Solusi pertama, kami akan melakukan kajian teknis terlebih dahulu. Harus jelas persoalannya seperti apa dan air ini harus dibuang ke mana,” ujar Anton kepada awak media, Selasa, 27 Oktober 2026.
Berdasarkan peninjauan awal, terdapat dugaan air hujan tertahan di dalam kawasan perumahan karena sistem drainase dan saluran pembuangan belum berfungsi optimal. Posisi gorong-gorong yang disebut lebih tinggi juga diduga menghambat aliran air keluar dari kawasan tersebut.
Anton mengatakan, Komisi III akan berkoordinasi dengan DPUTR Kabupaten Cirebon untuk memperoleh kajian teknis mengenai kondisi saluran dan sistem pembuangan air.
“Kami belum yakin peninggian saja bisa menyelesaikan persoalan. Percuma dilakukan peninggian kalau saluran airnya tidak dibenahi. Makanya harus dicek dulu secara teknis,” katanya.
Menurut Anton, hasil kajian akan menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan penanganan, mulai dari pembenahan drainase, pembangunan saluran pembuangan, hingga langkah teknis lainnya. Dengan demikian, perbaikan diharapkan dapat menyasar penyebab utama banjir, bukan sekadar mengatasi dampaknya di satu titik.
“Yang penting sekarang saluran airnya dulu, pembuangannya ke mana harus jelas. Setelah kajian teknis selesai, baru bisa ditentukan solusi yang tepat,” ujarnya.
Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan dan audiensi warga Perumahan Trusmiland Klayan Tahap 5. Warga mengaku telah menghadapi persoalan banjir selama beberapa tahun dan meminta pengembang memberikan solusi konkret, termasuk melalui pembenahan infrastruktur perumahan.
Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon menyatakan akan mengawal penanganan persoalan tersebut. Hasil kajian teknis diharapkan dapat memperjelas penyebab banjir sekaligus menjadi dasar untuk menentukan langkah perbaikan dan pihak yang bertanggung jawab.
Dengan kajian tersebut, penanganan banjir di Perumahan Trusmiland Klayan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah sehingga persoalan serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















