by

Haul Mbah Kuwu Cirebon

FORUM Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC) melakukan ziarah dan doa bersama saat memperingati Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1443 H di Kompleks Makam Sunan Gunung Jati, Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Selasa (10/8/2021) malam.

Ketua FFKC Kabupaten Cirebon Muali, mengatakan, selain merupakan Tahun Baru Islam, 1 Muharram juga diperingati sebagai Haul Mbah Kuwu Cirebon. Pada kesempatan itu, pihaknya juga memberikan santunan kepada anak yatim.

“Ini adalah kegiatan rutin tahunan. Kami sebagai penerus dari pada perjuangan perjuangan Mbah Kuwu Cirebon mempunyai kewajiban untuk memberikan doa terhadap Mbah Kuwu Cirebon Pangeran Walangsungsang atau yang lebih dikenal sebagai Pangeran Cakrabuana,” kata Muali.

Menurut Muali, dikarenakan saat ini masih masa pendemi Covid 19, sehingga acara tersebut digelar secara sederhana namun tetap menerapkan protokol kesehatan (prokese) secara ketat.

“Kegiatan acara ini cukup sederhana karena situasi dan kondisi pandemi Covid-19. Jadi apa yang dilakukan sesuai petunjuk dari  Ketua Satgas Covid 19 Kabupaten Cirebon, kita lakukan dengan prokes yang ketat,” katanya.

Pria yang menjabat Kuwu Desa Keraton Kecamatan Suranenggala itu menuturkan, kegiatan ziarah dilakukan di dua tempat.

“Sekitar pukul 18.00 kita bersama seluruh pengurus FFKC dan bersama Mama Kuwu dan Mimi Kuwu se-Kabupaten Cirebon melaksanakan ziarah di makam Syekh Syarif Hidayatullah Gunung Sembung Desa Astana Gunung Jati, kemudian diteruskan ke Cirebon Girang di Kecamatan Talun,” ujarnya.

BACA JUGA: Lagi, Mendagri Instruksikan Penundaan Tahapan Pilwu

Menurutnya, pembagian santuan pun dilakukan di dua lokasi ziarah yakni di Cirebon Girang dan Desa  Astana Kecamatan Gunung Jati.

“Harapan kami  dengan dilaksanakanya kegiatan ini, mudah -mudahan para Mama Kuwu dan Mimi Kuwu se-Kabupaten Cirebon bisa meneruskan perjuangan perjuangan leluhur kita Mbah Kuwu Cirebon.  Karena kita sebagai penerus dan anak cucu Mbah Kuwu Cirebon punya kewajiban untuk menyejahterakan masyarakat Kabupaten Cirebon,” pungkasnya. (Kirno)

Comment