by

Selly Prihatin Cirebon Jadi Penyumbang TKI Terbesar

KABUPATEN CIREBON, SC- Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriyani Gantina mengaku prihatin Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu menjadi daerah penyumbang TKI terbesar di Provinsi Jawa Barat, bahkan di Indonesia.

Menurut Selly, tingginya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Cirebon dan Indramayu di luar negeri, merupakan akibat dari kemiskinan. Meski, menjadi penyumbang devisa terbesar negara, namun, Selly berharap para TKI itu dapat pulang dan bekerja di tanah air.

“Cirebon dan Indramayu penyumbang TKI dan cerai tertinggi di Indonesia. Maka angka kemiskinannya akan tinggi,” kata Selly, Selasa (12/10/2021).

Dikatakannya, akibat kondisi ekonomi yang miskin tersebut, memunculkan berbagai masalah di antaranya stunting, traficking dan perceraian. Efeknya, lanjut Selly, adalah keluarga dan anak yang terlantar.

Selly berharap melalui program yang digulirkan Kemensos, dapat menekan traficking dan TKI atas dasar ekonomi.

“Makanya harapannya program-program yang digulirkan kementrian bisa menekan dari sektor traficking dan TKI yang didasarkan ekonomi, karena harus jadi kepala rumah tangga,” ujarnya.

Sehingga, sambung Selly, anak-anak dan rumah tangga tidak harus terlantar. Program kemensos pun diharap bisa mendorong keluarga menghasilkan anak yang berkualitas terbaik. Ia menegaskan, tugas penting Kemensos agar dapat menyasar TKI di Cirebon dan Indramayu.

Menurut Selly, pihakinya bersama Wabup Cirebon akan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) guna mencari solusi soal TKI yang menyumbang devisa kepada negara ini, agar mereka bisa kembali ke tanah air.

“Karena wabup bisik-bisik ada investasi banyak nih. Untuk memfasilitasi mereka agar masuk ke industri-industri di Cirebon,” celetuknya.

BACA JUGA: Selly: Data Warga Miskin Tak Sesuai Kondisi Riil

“Hampir 1.000 orang berangkat TKI dulu,” tuturnya.

Ia berharap Pemkab Cirebon dapat memberikan upaya maksimal baik pelatihan dan pemberdayaan, sehingga negara tak perlu memberikan budak ke negeri lain sebagai pekerja kasar.

“Karena, sesungguhnya mereka dapat menggunakan kemampuan tersebut di negeri sendiri,” tutupnya. (Sarrah/Job)

Comment